Gedung Menara Imperium
Gedung Menara Imperium dibangun pada periode Agustus 1993 hingga Desember 1996 oleh:
| Developer | PT Pacific Metro Realty |
| Architects | Architecs Pacific Limited PT Arkipuri Mitra |
| Structural Engineers | Skilling Ward Magnusson Barkshire Inc. PT Perkasa Carista Estetika |
| M&E Engineers | Norman Disney & Young PT Meco Systech Internusa |
| Lighting Consultant | Stephanie Mehl, IES, IALD |
| Peresmian | Maret 1996 |
Gedung Menara Imperium dibangun di atas lahan seluas 8.898 m² dengan luas bangunan mencapai 81.153 m² dan terdiri dari 39 lantai. Gedung ini merupakan gedung perdana di kawasan Terpadu Kuningan Persada.
Desain bangunan mengusung bentuk massa persegi pada bagian bawah yang diekspresikan sebagai paku yang menancap kokoh ke bumi, serta massa setengah melingkar pada bagian atas yang memberikan kesan indah, gagah, dan tidak lekang oleh waktu.
Struktur bangunan yang sebelumnya dikenal dengan nama Empire Tower ini menggunakan sistem komposit, yang pada masanya diklaim sebagai yang pertama di Indonesia. Material struktur berupa baja yang dilapisi beton, dengan balok dari baja serta pelat lantai yang memadukan metal deck dan beton. Sementara itu, bagian core dan lantai basement menggunakan konstruksi beton. Konsep ini diterapkan untuk memaksimalkan ruang kantor dengan mengurangi dimensi kolom tanpa mengurangi kapasitas beban gedung. Pondasi yang digunakan adalah bored pile.